Topik kita hari ini:
Silahkan memilih topik dalam kategori di bawah ini dan berbagi (sharing) gagasan pada kolom komentar pada di setiap artikel.

Selasa, 28 Oktober 2008

It's Not My Bussyness

Sepasang suami istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam, "Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?" Ternyata ... salah satu yang dibeli oleh petani itu adalah perangkap tikus. Sang Tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak, ”Ada perangkap tikus di rumah....di rumah sekarang ada perangkap tikus...." Ia mendatangi Ayam dan berteriak, "Ada perangkat tikus".
Sang Ayam berkata, "Tuan Tikus..., aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku".
Sang Tikus lalu pergi menemui Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata, "Aku turut bersimpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan".
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata, " Ahhh...Cuma perangkap tikus kecil tidak akan mencelakai aku".
Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara perangkap tikusnya berbunyi. Itu menandakan telah memakan korban. Ketika ia melihat kesana, ternyata seekor ular berbisa terperangkap di situ. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang.

Namun, beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sup ceker ayam oleh suaminya (kita semua tahu, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakit isterinya nya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Tapi, istrinya tidak sembuh-sembuh jua dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Banyak sekali tamannya jang jadi korban perangkap tikus itu.
So,...kalau suatu hari ... ketika Anda mendengar seseorang dalam kesulitan dan mengira itu bukan urusan Anda ... pikirkanlah sekali lagi!

Salam,
Whinda dari AmYRily
Cash Product Management - Transaction Banking
PermataBank Tower I Sudirman 14th floor.

1 Apresiasi:

Poskan Komentar

Anda dapat memberi komentar yang bermanfaat baik bagi Anda, kami dan semua pengunjung. Jika Anda belum memiliki akun blogger, Anda dapat mencantumkan nama dan alamat E-mail agar dapat kami layani sebagaimana seharusnya.