Topik kita hari ini:
Silahkan memilih topik dalam kategori di bawah ini dan berbagi (sharing) gagasan pada kolom komentar pada di setiap artikel.

Jumat, 14 Mei 2010

Mengapa perlu training?

Ada beberapa alasan mengapa suatu organisasi bisnis menganggap perlu pelatihan bagi para anggotanya (karyawannya).  Salah satu yang populer adalah  masalah produktifitas. Yaitu, upaya agar para anggotanya lebih produktif.
Sedangkan ukuran produktifitas secara umum digambarkan  dalam perbandingan antara output, input dan kapasitas per jam.  Perbandingan itu dapat dilakukan secara individual maupun sebagai performan utuh sebuah organisasi.

Alasan lainnya adalah, bahwa sesungguhnya, produktifitas merupakan salah satu ukuran dari efisiensi yang bukan sekadar efektivitas.  Jika efektifitas sering digambarkan dengan  “doing the right ting”, efisiensi digambarkan sebagai “doing the thing right”. Dengan demikian ini menyangkut sebuah perencanan yang cermat dan holistik. Tak terkecuali, di bidang pengembangan kualitas SDM, sebagaimana disyairkan oleh  Edwin Markham dalam bukunya  ”Man Making”:

We are all blind unless we see
That in the human plan
Nothing is worth the making
If it does not make the man!

Why build these cities glorious,
if man unbuilded goes?
In vain we build the work unless the builder also grows!

Jadi, setidaknya ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan:.
Apakah suatu organisasi sudah mencapai kapasitas produksi terpasang?
Apakah sebuah organisasi merencanakan sebuah perkembangan,
Ataukah sekadar mampu bertahan dalam era kompetisi dewasa ini  yang digambarkan sebagai beyond uncertainty?

Dewasa ini tak seorang ahli pun mampu “meramal” sebagaimana  dilakukan oleh John Naisbit dan Patricia  di dasawarsa yang lalu. Telah terjadi paradoksial secara global ... tak menentu, tak berkepastian. Sebuah perusahaan raksasa tiba-tiba bangkrut. Google, yang diawali dengan “utak-utik” komputer di garasi  oleh sepasang remaja (Brain dan Page), tiba-tiba menggurita dalam sekejap … !
Namun,  Amerika Serikat “sang adidaya” dapat tiba-tiba mengalami krisis ekonomi yang telak.

So ... what should we do? (Yon N Paulanka)

0 Apresiasi:

Poskan Komentar

Anda dapat memberi komentar yang bermanfaat baik bagi Anda, kami dan semua pengunjung. Jika Anda belum memiliki akun blogger, Anda dapat mencantumkan nama dan alamat E-mail agar dapat kami layani sebagaimana seharusnya.